Blog

Tim ITS Masih Riset untuk Pangkas Bobot Skuter Listrik GESITS

OTOMOTIF – Skuter listrik Garansindo Electric Scooter ITS (GESITS) masih menjalani riset. Tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya masih melakukan riset untuk mencari material baru sehingga GESITS bisa lebih ringan. Manfaatnya, penggunaan material yang ringan dapat membuat daya jangkaunya lebih jauh.

Ketua tim skuter listrik ITS, Muhammad Nur Yuniarto, menegaskan, bobot kendaraan listrik selalu lebih berat dibandingkan kendaraan bermesin konvensional. Salah satu komponen yang membuat bobotnya menjadi berat adalah baterai. Selain itu, ruang untuk menampung baterai cukup besar dan berat.

“Skuter listrik ini beratnya bisa dua kali lipat dari motor biasa. Namun, kami masih melakukan riset agar beban itu berkurang,” kata Nur kepada Okezone.

Salah satu yang akan dilakukan timnya adalah mencari material baru yang digunakan untuk rangka, bodi, dan lain-lain. Namun ia menjamin bahan tersebut memiliki kualitas dan kekuatan yang sama.

“Kami melakukan riset bahan-bahan penyusun dengan diganti bahan lain. Kualitasnya sama tapi lebih ringan,” kata dia.

Ia menambahkan, berat kendaraan juga berpengaruh terhadap pemakaian roda dan rem. Semakin berat sebuah kendaraan maka beban roda akan bertambah. Sistem pengereman pun juga berpengaruh. Artinya, penggunaan bahan yang ringan akan menambah usia pakai komponen rem dan kaki-kaki.

“Tim kita kerjakan secara pararel untuk riset tersebut. Termasuk menggunakan material apa saja yang diproduksi UMKM. Karena GESITS ini harapannya mampu mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar,” pungkasnya.(ton)(okezone.com)

Advertisements

Polisi AS Akan Gunakan Mobil Listrik untuk Kejar Penjahat

OTOMOTIF – Siapa tak kenal dengan kepolisian Amerika Serikat (AS) LAPD? Mereka memiliki wilayah dengan angka kejahatan cukup tinggi. Khususnya, kasus pengejaran di jalan raya.

Guna mendukung tugas anggotanya di lapangan, LAPD baru-baru ini membeli 288 unit mobil listrik yang akan menjadi kendaraan khusus pengejaran kejahatan di jalan raya. Demikian seperti dikutip dari Autoevolution, Jumat (13/5/2016).

Model mobil listrik terbaru yang digunakan yakni Tesla Model S P85D, yang memiliki kemampuan tenaga pada motor listrik mencapai kecepatan 250 km/jam. Dengan akselerasi 0-60 kilometer dapat diraih dalam waktu 2,5 detik.

Hal lain yang diperkirakan kepolisian LAPD menggunakan mobil listrik labelan AS ini, karena jarak tempuh terbaru Tesla Model S yang sudah mencapai 487 kilometer, untuk sekali pengisian tenaga baterai. Sangat cocok untuk membantu petugas dalam melakukan pengejaran tanpa berpikir kehabisan bahan bakar.

Meski rencana penggunaan Tesla Model S ini baru akan dilakukan tiga tahun ke depan. Sebelumnya, kepolisian LAPD telah menggunakan kendaraan bertenaga listrik, seperti BMW i3 dan sepeda motor Italjet untuk mendukung tugas LAPD di lapangan.(okezone,com)

15 Pelajar ke Amrik Ikut Kompetisi Sains

TEKNOLOGI – Kompetisi sains dan teknologi antar pelajar seluruh dunia kembali digelar oleh Intel. Tahun ini, ajang bertajuk Intel International Science and Engineering Fair (ISAF) tersebut digelar di kota Phoenix, Arizona, Amerika Serikat (AS).

Wartawan KompasTekno, Reska K. Nistanto, melaporkan langsung dari tempat acara tersebut.

Kompetisi berlangsung dari 8 hingga 13 Mei 2016 dengan melibatkan 1.750 peserta pelajar setingkat SMA dan mahasiswa dari berbagai negara, termasuk wakil Indonesia sejumlah 15 orang.

Pelajar-pelajar yang bersaing di tingkat internasional ini adalah mereka yang telah menjadi juara ajang lomba karya ilmiah di negara masing-masing.

Sementara peserta dari Indonesia merupakan pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2015 dan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tahun 2015 yang digelar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Menurut Rini F. Hasbi, Marketing Director Intel Indonesia, Intel ISEF menjadi kesempatan bagi pelajar untuk berbagi ide dengan peserta lainnya dan menampilkan proyek-proyek inovatif di tingkat dunia.

Rino R. Mukti, dosen Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam di Institut Teknologi Bandung yang menjadi pendamping 15 pelajar di Indonesia mengatakan, ajang kompetisi teknologi ini bisa menjadikan Indonesia sebagai bangsa pencipta teknologi.

“Kalau tidak (ada pameran teknologi), selamanya kita akan menjadi negara pengguna saja,” kata Rino saat dijumpai KompasTekno di pameran Intel ISEF di Phoenix Convention Center, Arizona, Kamis (13/5/2016) waktu setempat.

Proyek-proyek peserta tahun ini adalah seputar teknologi wearable, big data, hingga sumber energi terbarukan. Proyek-proyek tersebut berdasar berbagai disiplin ilmu dan dinilai berdasar 22 kategori.

Pemenang kompetisi Intel ISEF akan mendapatkan penghargaan Gordon E. Moore dan grand prize uang senilai 75.000 dollar AS (sekitar Rp 100 juta) dari Intel Foundation.

Sementara pemenang kedua dan ketiga akan menerima penghargaan dari Intel Foundation Young Scientist Awards dan uang senilai 50.000 dollar AS (sekitar Rp 665 juta).

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada Jumat (14/5/2016) waktu Arizona. (Kompas.com)

Betapa Pentingnya Industri Otomotif Bagi Negara

OTOMOTIF – Industri otomotif dianggap sebagai industri yang menguntungkan bagi negara. Kontribusi untuk negara tidak sedikit, mulai dari kontribusi investasi hingga membuka lapangan pekerjaan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi & Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, industri otomotif di Indonesia begitu berkembang. Dia menyebut, industri otomotif sangat mempengaruhi produk domestik bruto (PDB).

“Saat ini, kita tahu bagaimana industri otomotif di Indonesia begitu berkembang dan menjadi salah satu industri yang sangat mempengaruhi produk domestik bruto kita,” kata Putu di Jakarta.

Untuk diketahui, produk domestik bruto (PDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB merupakan salah satu cara untuk menghitung pendapatan negara.

Menurut Putu, sekarang industri pengolahan menyumbang PDB 18 persen. Dan sekitar 5,5 persen itu ada di lingkungan industri logam, mesin dan elektronika.

“Maka boleh saya katakan dua persen (PDB) itu dari industri otomotif. Jadi saya ingin menyampaikan betapa pentingnya industri otomotif di Indonesia,” ujar Putu.

Untuk itu, pemerintah Indonesia mendorong produsen otomotif untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satunya adalah dengan merakit atau memproduksi kendaraan di dalam negeri.

“Yang pasti kenapa kita dorong perakitan lokal, supaya daya tahan industri terhadap fluktuasi kurs agak kurang. Kalau lokal kan berarti ada komponen lokal. Pasti untuk negara diuntungkan karena ada investasi dan lapangan kerja. Kemudian dengan adanya rakitan lokal, ke depannya diharapkan akan lebih banyak lagi model-model yang dibuat di sini. Karena kan yang namanya industri tidak mungkin langsung. Dia ada tahapnya. Dari merakit lokal, kemudian pakai komponen lokal, kemudian baru full manufacturing,” jelas Putu. (rgr/ddn)

Makin Banyak Merek Jepang Merger dalam 5 Tahun

OTOMOTIF – Jepang, sebagai negara dengan ekonomi dan yang memproduksi mobil terbesar ketiga di dunia, mengayomi setidaknya delapan merek besar. Termasuk salah satunya Toyota, sebagai merek terlaris di Dunia.

Namun, kegemilangan industri Jepang nampaknya sedang redup dan masuk dalam masa-masa suram pada beberapa tahun terakhir. Misal, Toyota merosot labanya mencapai 35 persen, Mitsubishi yang terjerat skandal, hingga Takata yang melaporkan rugi bersih ketiga dalam empat tahun terakhir, menyusul recall besar-besaran.

Mengutip wawancara CNBC, Kamis (12/5/2016), bersama dengan Karl Brauer, Senior Director of Automotive Industry Insights di Kelley Blue Book, dirinya memprediksi bakal ada pengabungan besar-besaran produsen kendaraan roda empat di Jepang dalam lima tahun ke depan.

“Saya pikir kita bisa melihat akan adanya konsolidasi besar di 2012, dari setidaknya 8 pemain besar menjadi 3-4 pemain utama. Kita lihat saat ini begitu banyak pemain-pemain kecil yang ada. Bahkan sepertiga atau setengah dari mereka akan hilang dalam 5- 10 tahun berikutnya, ” kata Brauer.

Brauer melanjutkan, konsolidasi yang dilakukan akan lebih mengefisiensi biaya, karena industri saat ini benar-benar semakin kompetitif. Jika Anda bukan pemain besar, maka siap-siap mengahadapi kesulitan menjaga berbagai biaya pengeluaran, salah satunya untuk penelitian dan pengembangan.

“Selain itu, biaya R&D akan semakin meningkat di masa depan, seperti misalnya dengan datangnya era mobil tanpa pengemudi (driveless car) dan kendaraan berteknologi komunikasi antar pengendara lain dengan akses internet. Melihat hal tersebut, memiliki empat perusahaan, akan lebih efisien mengeluarkan dana dibanding delapan perusahaan,” tutur Bauer.

Pernyataan Brauer, menyusul kabar Nissan Motor yang sedang dalam pembicaraan serius untuk mengambil alih Mitsubishi Motors Corporation (MMC). Kabarnya Nissan akan megeluarkan sekitar 200 miliar yen atau 1,84 miliar dolar Amerika, untuk membeli 30-34 persen saham MMC.

Sebelum kabar Nissan dan Mitsubishi mengemuka, Toyota sudah terlebih dahulu akan mengakuisisi saham Daihatsu. Akuisisi saham tersebut rencananya akan direalisasikan pada Agustus 2016.(kompas.com)

Mitsubishi Mirage ‘Facelift’ Meluncur Tahun Ini

OTOMOTIF – Selain meluncurkan All-New Pajero Sport, Mitsubishi berencana pula memperkenalkan Mirage ‘facelift’ (pembaharuan eksterior) tahun ini. City car yang pertama kali diluncurkan di Indonesia pada 2013 tersebut bakal diterjunkan ke pasar antara Juli-September 2016.

“Mirage akan diluncurkan pada kuartal ketiga (tahun ini),” kata Group Head MMC Sales Group PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors Imam Choeru Cahya di Bali, dalam acara uji kendara All-New Pajero Sport, 10-12 Mei. Adapun peluncuran All-New Pajero Sport telah berlangsung akhir Januari kemarin.

Pada 11-21 Agustus sendiri akan digelar Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang kerap dijadikan ajang peluncuran kendaraan anyar dari berbagai merek. Tapi Imam tidak memastikan apakah Mirage akan diintroduksi dalam ajang itu.

“Tunggu saja,” jawabnya singkat soal mobil ringkas bermesin MIVEC 1.2 liter tiga silinder tersebut.

Di Indonesia, Mirage bertarung di segmen city car kelas A. Kompetitornya antara lain Honda Brio, Toyota Etios Valco, Nissan March, serta Kia Picanto.

“Penjualan Mirage terhitung lumayan. Rata-rata jumlahnya 500 unit per bulan dengan pangsa pasar 17-18 persen di segmennya,” terang Imam.(suara.com)

Ini Bedanya Mobil SUV, MPV, dan Crossover

OTOMOTIF – Pabrikan mobil gemar menggunakan nama-nama unik pada kendaraan yang mereka produksi. Dahulu, kita hanya mengenal model mobil sedan, hatchback, pikap, jip, dan minibus.

Namun kini, ada tiga model lain yang kerap digunakan untuk mobil-mobil keluaran terbaru. Ketiga model yang dimaksud yaitu sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV) dan crossover.

Lalu, apa perbedaan antara tiga model tersebut?

Dilansir dari Howstuffworks, Kamis 12 Mei 2016, MPV adalah model mobil yang dirancang dengan mengutamakan kenyamanan penumpang dan ruang bagasi luas.

Desain MPV sengaja dibuat tinggi dan lebar, agar ruang kabinnya luas. Kabin ini bisa digunakan untuk menampung hingga tujuh penumpang. Atau jika diperlukan, kursi bisa dilipat, sehingga kapasitas bagasinya menjadi sangat luas.

Untuk mereka yang gemar berpetualang dengan mengendarai mobil, bisa memilih SUV. Model ini awalnya dirancang dengan struktur body on frame, yaitu bodi mobil diletakkan di atas sasis.

Cara ini umum dipakai pada mobil-mobil yang digunakan untuk melintas di jalur off-road, mulai dari batu dan tanah hingga lumpur. Adanya sasis membuat struktur mobil lebih kuat dan tidak mudah berubah bentuknya.

Sayangnya, struktur model ini membuat bobot mobil menjadi lebih berat, sehingga konsumsi bahan bakarnya lebih boros dibanding MPV. Kenyamanan penumpang juga tidak diutamakan pada mobil ini.

Kemudian, banyak pemilik SUV yang mulai merasa kurang nyaman. Mereka tidak lagi menghabiskan waktu di wilayah yang belum terjamah jalur aspal. Kebanyakan mobil SUV dipakai untuk bepergian ke kantor atau perjalanan ke luar kota.

Itu sebabnya, produsen mobil menghadirkan crossover. Bisa dibilang, model ini adalah perpaduan antara penampilan tangguh ala SUV dengan kenyamanan sedan.

Crossover sudah menggunakan struktur unibody atau monokok, di mana sasis dibuat menyatu dengan rangka bodi. Alhasil, bobot menjadi lebih ringan, yang otomatis berdampak pada iritnya konsumsi bahan bakar.

Karena crossover ditargetkan untuk penggunaan di jalur aspal, maka kemampuan off-road SUV tidak disematkan pada mobil ini.

Namun, kini banyak produsen yang menghadirkan crossover berkemampuan semi off-road. Ada juga beberapa mobil SUV yang dibuat dengan struktur unibody, dengan tujuan menekan konsumsi bahan bakar.

Hal yang sama juga terjadi pada MPV, yang mana umumnya model ini mengusung struktur rangka unibody. Namun, ada MPV yang masih memakai ladder frame, contohnya Toyota Kijang Innova, baik model lama maupun yang terbaru.(viva.co.id)

Milliuner ini Ternyata Gunakan Hanphone Jadul

TEKNOLOGI – Tokoh-tokoh, selebriti dan orang biasa mengatakan tidak pada smartphone atau gawai pintar dan akan – atau tetap- bertahan menggunakan telepon seluler ‘kuno,’ ponsel lipat.

Di dalam kereta bawah tanah yang melaju ke jantung kota New York, Danny Groner tampak menonjol. Dia merupakan satu-satunya orang di gerbong yang tidak menatap ke layar kecil.

Dia bangga tidak menjadi salah satu dari sekitar dua pertiga orang Amerika yang memiliki gawai pintar.

Seperti milliuner pemimpin bisnis ekuitas swasta Warren Buffett and Blackstone, Stephen Schwartzman, Groner terkoneksi dengan dunia melalui sebuah ponsel lipat yang hanya dapat digunakan untuk menelpon dan mengirim pesan pendek SMS. Tetapi dia bukan satu-satunya orang kolot.

Berusia 32 tahun, Groner sebetulnya merupakan sasaran utama ponsel pintar. Dia muda, dan merupakan seorang manajer pada agensi yang menyediakan stok foto untuk media dan publikasi Shutterstock, dengan daftar kekayaan $1,2 milliar atau setara dengan RP15,9 trilliun, salah satu kisah sukses dari Silicon Alley.

Kantornya di markas perusahaan tersebut menguasai dua lantai di Empire State Building. Dilengkapi dengan ayunan, ruang untuk bermain games dan studio yoga.Dikelilingi oleh teknologi maju, Groner memberikan penjelasan mengapa dia mendapatkan keuntungan menjadi penolak gawai pintar.

“Saya khawatir akan larut terserap,” kata dia. “Saya menghabiskan 13, 14 jam per hari di depan layar, itu cukup. Tak butuh lebih banyak lagi menjadi 17 jam.”

Meskipun dia memiliki ketertarikan terhadap perangkat retro, dia mengungkapkan kita tidak dapat menyingkirkan ponsel pintar: “Jika semua orang seperti saya, tidak ada pekerjaan yang akan selesai,” kata dia. Meski pun Groner berpikir menghindari smartphone membuatnya menjadi pekerja yang lebih baik.

Ketika penelitian mereka diperlebar dengan memasukkan pekerja dari spektrum pekerjaan yang lebih luas, dan termasuk memeriksa dampak dari penggunaan TV dan laptop , hasilnya dapat dikonfirmasi.

‘Di luar seluruh perangkat itu, ponsel pintar terkait dengan efek yang sangat kuat”, tulis laporan itu.Pengajar psikologi dari Universitas Harvard Dr Holly Parker yakin bahwa penggunaan ponsel lama dapat membantu orang untuk menegaskan batas antara pekerjaan dan rumah.

“Orang tidak harus memaksakan diri mereka ke dalam pilihan yang salah dari, saya dapat tidak memantau pekerjaan di luar rumah versus saya harus melakukannya setiap waktu,” kata dia dan menyebutkan bahwa perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari meningkatkan produktivitas jika mereka memberikan pekerja ruang yang cukup untuk memulihan diri dari segala pekerjaan.
Kecanduan barang kuno

“Meningkatnya penggunaan ponsel lipat model lama merupakan sebuah reaksi dari perasaan seakan kita tunduk pada ponsel pintar Anda. Mengunakan gawai lipat merupakan sebuah penyataan yang tegas dan megah untuk mengumumkan bahwa Anda memiliki kontrol,” kata pengacara dan “ahli etika teknologi” David Ryan Polgar.

Tetapi, menurutnya masih ada cara yang lebih baik untuk menunjukkan bahwa Anda mengontrol invasi teknologi. Jangan membiarkan ponsel pintar berada di dekat Anda sepanjang waktu.

Seseorang dengan sengaja memilih untuk tidak memiliki ponsel pintar mereka dapat menunjukkan kekuasaan dan kemerdekaan.

“Orang yang menguasai teknologi menggunakan ponsel lipat dan seseorang yang sengaja memilih untuk tidak memiliki gawai pintar menunjukkan kekuasaan dan kebebasan,” kata dia. “Itu merupakan simbol status.”

Tentu saja, bentuk disiplin itu mudah untuk menginginkan dan cukup keras untuk mendapatkan banyak hal. Beberapa bahkan berpikir itu mungkin harus mengubah aturan untuk membuat orang merasa nyaman untuk mematikan ponsel pintar mereka. Prancis merupakan negara pertama yang mempertimbangkan untuk mengabadikan “hak untuk tidak terkoneksi” dalam legislasi.

Insitiatif ini muncul bukan dari serikat pekerja, tetapi dari Bruno Mettling, wakil direktur perusahaan multinasional telekomunikasi Prancis, Orange, yang pada September lalu mengajukan sebuah laporan mengenai kerja digital pada Menteri Perburuhan Prancis.

Kemudian, dalam sebuah wawancara radio dengan Europe 1, dia mengatakan meskipun tidak ada kewajiban hukum untuk pekerja agar tetap terhubung, ini tidak mengakui realitas hubungan dengan manajer.

Meski dengan hukum untuk melindungi, bagaimanapun, saat ini hampir tidak mungkin bagi sebagian besar dari kita untuk menolak godaan layar untuk sekedar mengecek satu email dan pesan terakhir sebelum beranjak tidur.

Itu yang membuat Ellyn Shook, kepala HRD untuk perusahaan konsultan global Accenture, berupaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi.Setelah gagal dengan upayanya untuk tidak meletakkan iPhone dari meja di samping tempat tidurnya, akhirnya pada awal musim panas lalu dia membeli ponsel lipat.

Tetapi pergantian dari gawai pintar ke ponsel lipat itu tidak akan menjadi permanen, tetapi sebuah substitusi yang akan dinyalakan ketika dia tidak bekerja.

Dan itu berjalan dengan baik. Sebagai hasil menggunakan teknologi lama dia dapat menghabiskan waktu seharian di pantai pada akhir pekan tanpa mengecek teleponnya, kata dia.

Seperti juga yang terjadi pada Groner, dia mengatakan tidak ingin meningkatkannya menjadi gawai pintar. “Orang mengatakan kepada saya, bahwa saya dapat meninggalkannya di kantong dan tidak menyalakannya. Tetapi saya tidak mempercayai diri saya,” kata dia. “Jika itu tersedia saya akan berakhir dengan kecanduan seperti mereka.”(dna/bbc)

Xiaomi Mi Drone Meluncur Akhir Mei 2016

TEKNOLOGI – Vendor asal Tiongkok, Xiaomi, dikabarkan siap meluncurkan teknologi terbaru drone akhir bulan ini. Xiaomi Mi Drone itu akan dijual US$100 atau Rp1,3 juta.

Seperti dilansir Technobuffalo, Kamis (12/5/2016), CEO Xiaomi, Lei Jun, teknologi terbaru Mi Drone akan dirilis dalam waktu dekat. Xiaomi tidak membikin drone itu sendirian.

Menurut bocoran yang muncul di dunia maya, teknologi terbaru Xiaomi Mi Drone dikembangkan oleh perusahaan yang sudah menjalin kerja sama dengan Xiaomi. Mi Drone merupakan inovasi baru Xiaomi di dunia kamera terbang itu.

Harga teknologi terbaru Xiaomi Mi Drone US$100 atau sekitar Rp1,3 juta memang termasuk murah. Xiaomi memang sering membikin inovasi teknologi dengan harga murah tapi berkualitas tinggi.

Sayangnya spesifikasi teknologi terbaru Xiaomi Mi Drone belum diketahui. Tapi dibanding drone Phantom buatan DJI tidak akan jauh berbeda. Seperti diketahui drone Phantom buatan Tiongkok itu dijual cukup mahal, yakni US$1.000 atau Rp13,5 juta.

Drone Phantom memang canggih karena dibekali kamera putar yang memanjakan pengguna dalam membidik objek foto. Untuk kepastian peluncuran teknologi terbaru Xiaomi Mi Drone sepertinya kita harus menunggu hingga akhir bulan Mei 2016, tunggu saja.(solopos.com)

Google Peringati Hari Lahir Seniman Angklung SunSda

TEKNOLOGI – Satu lagi tokoh asal Indonesia mendapatkan kehormatan dari raksasa teknologi Google. Dia adalah Daeng Soetigna, seorang seniman angklung asal Jawa Barat, yang hari ini dijadikan tema pada tampilan Google Doogle.

Doodle tersebut sengaja dihadirkan Google untuk memperingati hari kelahiran Daeng Soetigna yang ke-108 tahun. Ia adalah seorang guru yang lebih terkenal sebagai pencipta angklung diatonis. Karya pria yang semasa hidupnya akrab di sapa Pak Daeng inilah yang berhasil mendobrak tradisi, membuat alat musik tradisional Indonesia mampu memainkan musik-musik internasional. Ia juga aktif dalam pementasan orkes angklung di berbagai wilayah di Indonesia.

Pak Daeng lahir di Garut, Jawa Barat, pada 13 Mei 1908. Karena kedua orang tuanya termasuk bangsawan Sunda, Pak Daeng beruntung dapat menikmati pendidikan zaman Belanda yang saat itu masih sangat terbatas bagi pribumi.

Pak Daeng pensiun sebagai pegawai negari sipil pada tahun 1964 (saat berumur 56 tahun). Dengan bebasnya ia dari tugas rutin sebagai pegawai pemerintah, maka Pak Daeng aktif mengembangkan angklung. Ia juga melatih di berbagai kelompok angklung seperti SD Soka, SD Santo Yusup, dan SD Priangan. Demikian pula perkumpulan ibu-ibu Militer maupun suster di gereja RS Borromeus.

Karya terbesar Pak Daeng adalah memodifikasi angklung yang tadinya bernada pentatonis menjadi diatonis. Angklung ini kemudian diberi nama kehormatan sebagai Angklung Padaeng. Selain itu, Pak Daeng juga seorang komposer yang telah menulis puluhan aransemen lagu angklung.

Atas jasa-jasanya, pada masa tuanya inilah Pak Daeng mulai memperoleh berbagai penghargaan, termasuk Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Soeharto pada tahun 1968.

Setelah pengabdiannya yang panjang dalam mengangkat musik angklung dari kelas jalanan ke kelas konser, Pak Daeng wafat pada tanggal 8 April 1984, dan dikebumikan di Cikutra, Bandung.(inilah.com)